SEDIH …. CEMARA ITU MATI DITELAN BANJIR

1_lutfi_front3

AH LUTFI :: Ia tak pernah minta-minta agar diakui sebagai master kelas dunia oleh para penggemar bonsai di tanah airnya sendiri. Ia juga tak pernah memaksakan diri agar orang beropini bahwa karya-karyanya khas Indonesia. Tidak. Orangnya rendah hati dan cenderung pendiam, itulah Abdul Hakim Lutfi.

Tetapi lewat bonsai connecting raft Cemara Udang (Casuarina Equisetifolia) garapannya yang akhir Mei lalu berkibar sebagai runner-up WBFF Photo Bonsai Contest 2013, mau tidak mau kita harus berlapang dada menerima kenyataan bahwa dunia telah mengakui kepiawaian AH Lutfi dalam seni bonsai. Ini karena WBFF Photo Bonsai Contest boleh dikata kejuaraan dunia resmi, bukan sekadar lomba foto bonsai kelas ecek-ecek yang banyak diselenggarakan oleh para pihak.

:: Cemara Udang :: Connecting Raft :: Karya AH Lutfi __ peringkat 4 BCI Photo contest 2011, runner-up WBFF photo contest 2013

:: Cemara Udang :: Connecting Raft :: Karya AH Lutfi __ peringkat 4 BCI Photo contest 2011, runner-up WBFF photo contest 2013

“Jangan lupa, karya-karya mas Lutfi juga banyak mendapat penghargaan di tingkat ASPAC dan di tingkat nasional lho. Karya-karya beliau menjadi buruan para kolektor papan atas,” tegas Haji Win (Bali Bonsai) pada BursaBonsai.com.

Bagi beberapa seniman bonsai, prestasi AH Lutfi di WBFF itu bisa saja tidak begitu istimewa. Tetapi mungkin ada yang luput dari pengamatan, bonsai garapannya itu connecting raft yang tingkat kesulitan dan kerumitannya tinggi –bahkan dianggap sudah ketinggalan zaman– tapi mampu mendobrak dominasi bonsai-bonsai dengan jin/shari yang tengah nge-trend.

“Saya sendiri sedih jika berbicara soal Cemara Udang itu. Bonsai itu sudah mati ketika rumah pemiliknya (Eddy Sebayang) diterjang banjir, beberapa waktu lalu di Jakarta,” ungkap AH Lutfi dalam nada kesedihan yang mendalam.

Kepada BursaBonsai.com, AH Lutfi kemudian berkisah, Cemara Udang runner-up WBFF itu merupakan hasil dari proses yang panjang sejak tahun 1995. “Saya cangkok dari sebesar rokok filter, saya program dari awal. Tahun 2011 peringkat 4 BCI, dua tahun saya sempurnakan jadi runner-up WBFF … mungkin itu bonsai indonesia bukan yamadori yang pertama mendapat penghargaan tinggi,” tegasnya.

Kini “bangkai” Cemara Udang connecting raft itu dia simpan di stand-nya di Sentra Bonsai Pluit, Jakarta. Ia telah menyiapkan tiga pohon penggantinya khusus untuk lomba-lomba tingkat internasional di tahun-tahun mendatang, dua dari spesies Jeruk Kingkit (Triphasia Trifolia) dan satunya lagi Ulmus (Chinese Elm).

AH Lutfi, lelaki kelahiran Malang 17 Oktober 1963, memulai hobi bonsai sejak awal tahun 1980-an ketika masih duduk di bangku SMP. Kemudian pada 1989 dia hijrah ke Jakarta, memperdalam pengetahuan dan skill bonsainya. Seluruh hidupnya, bahkan periuk nasi keluarganya, total tergantung pada bonsai. Dedikasinya memang jempolan, sesnse of art-nya konsisten dicurahkan untuk bonsai, tidak pernah mencoba profesi seniman dibidang lain semisal jadi pematung atau pelukis –meski banyak yang mengakui gambar-gambar sketnya tergolong istimewa.

:: KIMENG (koleksi Iwan Hidayat) ... garapan AH Lutfi ... salah satu yang terbaik di ASPAC 2007

:: KIMENG (koleksi Iwan Hidayat) … garapan AH Lutfi … salah satu yang terbaik di ASPAC 2007

“Saya memulai bonsai dengan mencari beringin yang nempel dipohon-pohon. Saya tanam di kaleng cat, kemudian suatu hari saya mendapat buku Kimura, mulailah main-main dengan wiring, carving, bending pohon dan cabang, pembelahan batang, pembentukan akar dan lain-lain. Saya praktekkan semua teknik, hasilnya seluruh bonsai saya mati,” kenang AH Lutfi. Dari kejadian ini ia mendapat hikmah, bonsai adalah sebuah proses.

Penanggung-jawab Litbang PPBI Jabodetabek ini kemudian meluaskan pergaulan bonsainya dengan hijrah ke Jakarta –Sentra Bonsai Pluit– dan bergaul dengan para senior yang lebih dulu berkibar. Nama-nama seperti Samsul, Mashery (alm), Hergianto (alm) adalah sosok yang ikut mempengaruhi perjalanan karir bonsainya. Tetapi dari Prayudi Kumara (Yudi) AH Lutfi merasa mendapat banyak ilmu bonsai.

Berikutnya, 25 tahun ke depan, AH Lutfi boleh dibilang nekat karena cenderung menutup diri, terlalu idealis, dan itu membuat penghasilannya sebagai seniman bonsai menjadi pas-pasan untuk menghidupi keluarganya. Baru dua tahun belakangan dia membuka diri, semisal mau melayani panggilan ke rumah kolektor untuk merawat bonsainya.

“Dulu-dulu itu saya tidak mau. Saya minta bonsainya yang di bawa ke tempat saya. Tetapi kini saya menyadari, ekonomi keluarga penting juga. Kini penghasilan saya sebagai seniman bonsai boleh dibilang memadai,” kata Kera Ngalam (Arek Malang) ini.

AH lutfi menceritakan, untuk programing dan tuning bonsai, ia mengutamakan gerak yang dinamis. Bisa berbentuk komposisi batang (grouping), bisa berbentuk tekukan cabang atau batang. Juga bisa pada posisi di pot. Tidak bisa bonsai tampil dengan elegan dan berkarakter kalau proses tahapan ini tidak dilalui. Karena itu ia merasa lebih suka pada pada bonsai murni, Modern Natural, meski bukan berarti untuk style lainnya ia tak menguasai. Sudah terlalu banyak bonsai dengan jin/shari alias deadwood (Japanese Modern Style) dia buat, sudah banyak pula bonsai Janapese Classic Style dan Natural Modern dia buat. Prestasinya?

:: Salah satu sudut stand bonsai milik AH Lutfi di Pluit, Jakarta ::

:: Salah satu sudut stand bonsai milik AH Lutfi di Pluit, Jakarta ::

Sampai tiga tahun lalu, ia tidak pernah peduli tentang preatsi. Ia tidak pernah mencatat dan memantau bonsai-bonsai garapannya yang berprestasi di luaran. “Orang lain mungkin justru lebih tahu,” tegas AH Lutfi yang mengaku mengagumi Masahiko Kimura –pionir bonsai modern– karena great master asal Jepang itu membuat terobosan baru. Tidak 50 tahun atau 100 tahun sekali ada orang yg bisa membuat terobosan bonsai dengan gaya baru seperti Kimura.
.
Pemilik salah satu stand seluas 250 meter persegi di Sentra Bonsai Pluit ini belakangan konsentrasi membuat bonsai-bonsai spesifik cenderung ‘nyleneh’ (beda), terus bereksperimen dan bereksplorasi. Ia mulai gemar membuat bonsai yang tidak lazim dalam arti tidak banyak dilakukan seniman bonsai lainnya.

Banyak seniman muda bonsai bilang, salah satu kelebihan AH Lutfi adalah tidak segan-segan membagi trik-trik bonsai tingkat tinggi. Dia juga coba mengabdikan totalitas bonsainya dengan membuka kursus di Sentra Bonsai Pluit, berjalan dua angkatan kemudian dia tutup dan lebih konsentrasi pada pendidikan bonsai di sekitar Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) yang menjadi tanggung-jawabnya dalam organisasi.

Untuk urusan bonsai, termasuk demo dan workshop, rasanya ia juga sudah memadai. Ia sudah pernah ke China, Taiwan dan sedikitnya enam kali ke India. “Dari sinilah saya banyak tambahan ilmu dan pengalaman,” cerita AH Lutfi. Ia masih ingat, komunitas bonsai India didominasi ibu-ibu, di akhir workshop selalu disambut tepuk tangan meriah. “Setiap memasuki kota tempat demo dan workshop kita selalu disambut spanduk. Apresiasi mereka luar biasa,” kenangnya sambil berharap, suatu saat nanti bisa punya 100-an (seperti saat ini) bonsai yang 100% hasil dari budidaya. ::::

APA KATA MEREKA TENTANG AH LUTFI?

:: dr. WILLY ::

:: dr. WILLY ::

WILLY WIHANA (Jakarta /Master Genre Bonsai)
Lutfi? Dia masuk papan atas dalam generasi baru master bonsai kita. Kalau Empat Besar ‘papan atas’ itu diperingkat, dia ada di peringkat pertama. Peringkat kedua Yudi (Prayudi Kumara), peringkat ketiga Ujang (Yayat Hidayat), peringkat keempat Jeni (Rojani Sumarlin). Masing-masing punya kelebihan, sementara Lutfi strong di Japanese Style dan Chinese Style.

:: JOHN S ::

:: JOHN S ::

JOHN SAWARI (Produsen Bonsai /Ketua PPBI Tangerang)
AH Lutfi salah satu yang pantas dibanggakan Indonesia. Sudah layak masuk world-class master. Dia piawai dalam all tree all style. Orangnya agak pendiam, sabar banget, ramah, tapi hasil karyanya membuat decak kagum dengan ciri khas pada tekukan-tekukan (bend) batang dan cabang yang liar tapi mempesona. Saya selalu mengaguminya.

:: HAMMAM H ::

:: HAMMAM H ::

HAMMAM HARIS (Yogya /seniman bonsai /bendahara PPBI Yogya)
Harus kita akui, Dia (Lutfi) ini pintar memprogram pohon, dari nol sekalipun. Sket-sket bonsai dia halus dan detail, kelihatan asli seperti alur asli pohonnya. Dia sabar, pendiam, rendah hati, agak kurang bisa bercanda, dia juga juri kontes yang jempolan. Pokoknya hebatlah dia, Master kelas dunia. Dia banyak menangani bonsai milik para kolektor papan atas!

:: RESPATI L ::

:: RESPATI L ::

RESPATI LUKISMANTO (Bekasi /penggemar bonsai)
Dia ini tekun, ahli dan detil. Hebat dia. Lutfi dan Yayat Hidayat satu karakter, mereka karib, sama-sama sering nominasi di BCI Bonsai Photo Contest. Kelebihan mereka pada kejelian melihat selling point pada bonsai. Pohon bagus yang akarnya buruk, meski butuh waktu lama, tetap dia program ulang sampai sempurna akarnya.

:: HADI P ::

:: HADI P ::

HADI PURNOMO (Malang /trainer bonsai)
Pak AH Lutfi bagi saya adalah seorang master bonsai. Dia guru sejati, mempunyai banyak ide kreatif yang mengilhami saya sebagai trainer. Saya kagum pada keahliannya meliak-liukkan batang dan cabang pohon, bonsai natural dan klasik baginya sudah biasa, dia ahli biki bonsai grouping dan konekting.

:: HAJI WIN ::

:: HAJI WIN ::

HAJI WINARTO (Denpasar /kolektor bonsai)
Saya kenal dia. Mas Lutfi adalah salah satu master bonsai handal yang kita punyai, hasil karyanya diakui dunia dan punya ciri khas. Beliau tidak pernah pelit bagi-bagi ilmu. Hampir semua workshop dan demo bonsai di Jakarta selalu beliau yang jadi narasumber. Sayang orangnya terlalu pendiam dan tidak gila popularitas.

:: ADAM ::

:: ADAM ::

ADAM BONSAI (Bekasi /seniman /pengamat bonsai)
Mas Lutfi, saya kenal banget. Sosok yang sangat piawai mengolah perasaannya dan mengemasnya menjadi sbuah ide dan karya kedalam seni bonsai. Tahap terberat seorang seniman bonsai sudah dia lampaui, sangat relevan jika karya-karyanya diapresiasi sebagai sebuah seni Bonsai yang berkualitas. Master sejati dia, super teliti. Dia multitalenta, juara, bis sketsa, bisa theory genre. Selamt Mas Luhtfi ….

:: AYAH AG ::

:: AYAH AG ::

AYAH AYUNDA GARDENING (Jakarta /Trainer bonsai)
AH Lutfi adalah orang yg sangat berdedikasi, seluruh pikiranya terfokus pada bonsai. Dia sudah mematangkan statusnya sebagai Master dengan berkeliling ke beberapa Negara seperti India, China, dan Taiwan. Dia ahli dalam membuat bonsai grouping, dia juga mentor saya, lebih dari 10 tahun saya berguru kepada beliau. Sungguh terlalu banyak kenangan dengan dia …
::::

THE HISTORY OF NISHIKI-MATSU BONSAI

9 Comments

  1. Betawi Asli says:

    Jiah mentor gue … ikut bangga! Terus berkarya master AHL

  2. Nugroho Tok says:

    Guru besar bonsai yang sederhana, tak banyak berkoar tapi terbukti ahli dan berprestasi.

  3. Anonim says:

    Pak Iwan, saya kasih info dan silahkan dikejar. Master Lutfi sedang ‘mengukir’ Santigi maut di sebuah tempat hehehehe

  4. Adam Bonsai says:

    Selamat Buat Msater Bonsai Indonesia super talent…Bapak Abdul Hakim Luhtfi (Bonsai Pluit) Sebuah Aprsiasi yang relevan dan berhak di sandangnya sbg real Master Bonsai dunia- asal Indonesia. Congratulation Mr. AH.Luhtfi, Kami bangga dg prestasi anda.

    Thanks Pak Iwan@Bonsai gajah, terus menulis, menulis terus kawal dinamaika Bonsai Indonesia, Salam.

  5. Pur says:

    Ikut bersedih Cemara juara kena bencana.Terus berkarya pak. Salut buat bapak.

  6. Anti Tanuki says:

    Apakah yang dimaksud jeruk kingkit yang disiapkan untuk lomba-lomba internasional itu jeruk kingkit yang di pojokan stand master Lutfi di Pluit? Kalau benar … wah bakal seru! Asli bagus, saya sudah melihat.

  7. sawari garden says:

    salute atas kinerja yg luar biasa teruslah berkarya , semoga ke depan akan muncul master bonsai sekelas master AH Lutfi.

Leave a Reply

Copyright © 2013 bursabonsai.com · All rights reserved