BETUL, SAYA JUGA MAESTRO TANUKI

1_armando_FRONT2

ARMANDO DAL COL :: Ia salah satu pionir bonsai Italia, juara WBFF World Bonsai Photo Contest 2005 dan 2006. Ia tidak munafik, terang-terangan mengakui membuat Tanuki. Sensasi apa yang dia peroleh ketika membuat Tanuki?

Armando Dal Col –sering dipanggil Armando-san– adalah salah satu world-class master yang kini dipunyai Italia. Dalam sepanjang karirnya sebagai seniman bonsai, ia sudah merebut lebih dari 12 gelar juara di gelanggang internasional. Di tingkat nasional, sejak tahun 1984 hingga September 2013, ia selalu merebut penghargaan dan gelar juara –apapun level dan kategorinya– dalam setiap event yang diselenggarakan Persatuan Bonsai Italia (UBI).

Keringan [buatan Armando] untuk Tanuki siap ditempelkan

Keringan [buatan Armando] untuk Tanuki siap ditempelkan

Barangkali yang mengejutkan adalah, disela-sela malang-melintangnya di level nasional (Italia) maupun internasional-nya itu, Armando diam-diam juga membuat Tanuki. “Saya ini All Tree All Style, maestro Tanuki juga,” ujarnya lewat sebuah pesan pada BursaBonsai.Com. Antara percaya dan tidak percaya … tetapi inilah wawancaranya:

Benar Anda seniman Tanuki?
Benar! Dan kapan Anda akan mewawancarai saya?

Well …. Saya tahu, Anda adalah salah satu pionir bonsai Italia. Sekali lagi untuk memastikan, benarkah Anda juga membuat Tanuki?
Ya! Pendekatan saya dengan Tanuki adalah semata-mata untuk “menghidupkan kembali” tanaman yang mempunyai flow batang sangat ekstrim oleh karena drama alam. Pohon-pohon mati yang bisa saya dapati di sungai-sungai gunung, yang hanyut oleh derasnya arus air. Pohon itu saya kuliti, saya jin. Sayangnya dalam koleksi saya ada juga bahan “Araki” dalam fase ekspan tapi tidak berhasil merekayasa akar. Saya berfikir untuk menggunakan mereka sebagai mentor untuk masa depan Tanuki.

Displai salah satu Tanuki Armando

Displai salah satu Tanuki Armando

Sejak kapan membuat Tanuki? Sudah berapa banyak koleksi Tanuki Anda?
Tanuki pertama saya buat pada 1988, tertarik oleh sebuah batang yang meliuk-liuk ekstrim yang saya dapatkan di gunung. Selama bertahun-tahun saya membuat beberapa tanuki, sangat menarik, saya juga mengajari murid saya untuk memanfaatkan batang atau cabang mati. Sampai saat ini saya merawat tiga Tanuki yang paling saya sukai. Pertama, Larch (Larix Desidua) yang saya buat pada 1988. Kedua, Pinus Sylvestris yang saya namakan “THE DRAGON DANCE”, saya buat pada tahun 1990, sementara yang ketiga adalah Juniperus Communis yang mereka kenal sebagai “THE ANACONDA”, saya buat pada tahun 1995.

Menurut pendapat anda, apa itu Tanuki?
Teknik ini menggunakan pohon mati yang memiliki batang dengan liukan batang yang sangat ekstrim dan menarik, menempelkan atau menyambung pohon mati pada pohon hidup dalam format bonsai. Seperti membuat sebuah kerangka ‘Air dan Matahari’. Junipers ekstrim banyak digunakan karena dari waktu ke waktu batang matinya menjadi semakin keputih-putihan, kayu sangat tahan lama alias tidak mudah lapuk. Sebaiknya kalau membuat Tanuki, usahakan dari spesies yang sama. Usahakan merekayasanya dengan alur alami, ini akan memakan waktu setidaknya delapan sampai sepuluh tahun sebelum ‘pernikahan antara dua individu’ (penempelan/penyambungan batang) menjadi begitu sempurna sehingga tidak mudah ‘dikenali’, mampu menimbulkan efek-efek dramatis, karena semakin lama akan semakin kontras antara bagian yang hidup dan yang mati tapi tetap terkesan sebuah kesatuan.

Armando dan Masahiko Kimura

Armando dan Masahiko Kimura

Keahlian apa yang harus dikuasai seorang seniman Tanuki?
Tentunya untuk membuat bonsai Tanuki yang artistik dan dapat dipercaya sebagai pohon natural, Anda memerlukan penguasaan teknik sempurna dan rasa estetika yang tinggi.

Sensasi apa yang anda peroleh ketika membuat Tanuki, disbanding membuat bonsai natural?
Dramatis dan kadang fantastis. Perasaan bahwa saya mencoba untuk membuat Tanuki adalah sebuah ekplorasi di luar bentuk-bentuk alam. Pada kenyataannya, saya menganggap itu lebih dari sebuah pohon abstrak atau “futuristik”.

Banyak seniman bonsai menganggap, Tanuki adalah menipu, Tanuki adalah palsu … bagaimana tanggapan Anda?
Jika tanuki benar dianggap palsu atau menipu, pekerjaan membuat Tanuki itu sendiri adalah nyata dan otentik. Nah … jika tanuki dianggap palsu, maka bagaimana seharusnya dengan juniper yang dicangkok dengan spesies yang paling mulia seperti Itoigawa hanya untuk menggantikan vegetasi asli menjadi lebih menarik? Menurut pendapat saya, bonsai juniper itu “telah berganti gaun” dan harus dimasukkan dalam kelompok Tanuki!

Sertifikat juara dari WBFF

Sertifikat juara dari WBFF

Anda pernah menyelundupkan Tanuki ke dalam sebuah kontes bonsai natural?
Saya kebetulan pernah berpartisipasi dalam pameran Bonsai Nasional Italia dengan menampilkan Tanuki. Saya bilang kepada panitia bahwa bonsai saya adalah Tanuki dan saya harus mengatakan bahwa pujian yang saya terima dari para master bonsai terkemuka sungguh sangat menyenangkan. Mereka sangat menghargai tingkat pencapaian dan kesempurnaan pada Tanuki saya.

Banyak seniman bonsai membuat Tanuki, tetapi malu-malu untuk mengakui. Anda punya saran untuk mereka?
Jujur sajalah, dan jangan munafik. Saya percaya bahwa dengan kejujuran dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa bonsai yang kita buat atau kita tampilkan adalah Tanuki, itu akan jauh lebih menimbulkan rasa hormat ketimbang jika Anda mengingkarinya. Kejujuran itu juga akan semakin meningkatkan minat bagi para juri –jika ikut dalam sebuah kontes– untuk semakin fokus mendiagnosa Tanuki kita, dengan menilai tingkat kematangan dan kemampuan kreatif senimannya.
:::

THEY TALK ABOUT KUSAMONO TREND
“FEED ME, SEYMOUR!” [fertilizer]

3 Comments

  1. Betawi Asli says:

    100% Salut!

  2. Fajar Prabowo says:

    Persoalannya di Indonesia ini, bagaimana mendeteksi sebuah Tanuki? Sementara orisinalitas dan kejujuran belum menjadi kredo dalam berkarya-seni.

  3. Tengku Hanif says:

    Saya pikir, biarkanlah Tanuki dan Bonsai berkembang dalam arusnya sendiri. Bagaimanapun Tanuki adalah juga karya seni. Wong melukis layang-layang saja masuk kategori seni kok …

Leave a Reply

Copyright © 2013 bursabonsai.com · All rights reserved