ANTARA BONSAI DAN TENDA KANG JENGGOT

1_fahmi_front5
:: Koleksi Fahmi ::

:: Koleksi Fahmi ::

FAHMI N GEMAPUTRA ::: Dari pertama menggeluti bonsai, ia tak pernah ambil pusing dengan kata-kata “Bonsai itu apa?”. Ia hanya melakukan yang ingin ia lakukan terhadap bonsainya, agar sedap dipandang, sesuai selera hatinya.

Bertahun-tahun ‘filosofi’ itu Fahmi lakukan, dan suatu saat ketika ia ikut pameran, dia tampil dengan gaya yang berbeda dan menjadi pusat perhatian. “Kita mah di Bandung sudah tahu betul karakter Fahmi. Kalau dia ikut kontes bonsai, dia pake interior, pakai aquarium dan semacamnya. Pokoknya dari jauh orang sudah tahu, itu pasti pohonnya si Fahmi,” cerita Wawan Leonardo, seniman bonsai asal Bandung.

:: Kolksi Fahmi ::

:: Kolksi Fahmi ::

Mengenai diskripsi Wawan Leonardo ini, Fahmi punya alasan sendiri. Suatu saat ia ikut kontes bonsai, dan grogi melihat bonsai milik para kompetitor. “Terus terang bonsai saya kalah kelas dibanding peserta lainnya. Makanya biar dilirik orang, saya memakai cara mendisplai lain daripada yang lain,” ujarnya pada BursaBonsai.com sambil menambahkan, displai itu bukan sekadar asal beda, tetapi salah satu cara dia mengangkat ‘harkat dan martabat’ bonsainya yang kalah kelas.

Fahmi yang lahir di Bandung pada 14 Februari 1983 ini adalah seorang pemula tetapi karya-karyanya sudah mulai tampak berkarakter dan punya bentuk sendiri. Ia menekuni bonsai sejak sekitar enam tahun lalu, gara-gara melihat banyak orang jual bakalan bonsai di daerah wisata Puncak, Bogor. Dari sini kemudian ia mencari referensi tentang bonsai di internet dan buku, kemudian kembali ke kawasan Puncak dan belanja bahan bonsai.

“Pertama saya beli dengan harga 20 ribu per batang. Setelah itu saya mulai membeli bahan-bahan bonsai murah yang ada disekitar Bandung. Sampai akhirnya saya mengenal para senior bonsai di kota saya dan makin jatuh cinta sama bonsai,” kata Fahmi, mantan atlet DownHill (MTB) dan mantan mahasiswa Fisika Murni ITB ini. “Pada semester enam saya di DO oleh ITB hehehehehe,” sambarnya, dalam nada bercanda.

:: Fahmi dan istrinya [Rieke N Mawanti]

:: Fahmi dan istrinya [Rieke N Mawanti]

Fahmi punya beberapa hobi yang lumayan menyita perhatian. Selain bonsai, dia juga memelihara binatang (hamster, ikan hias, reptil), dan bikin miniatur rumah. Di luar itu, sehari-hari dia berprofesi sebagai tukang maket (mock-up artist) di PT Kultur Miniatur –perusahaan kakaknya– yang sudah geluti selama 10 tahun terakhir.

“Nah …. Kalau hari minggu saya sedang merintis usaha kuliner bersama istri. Kami buka cafe tenda yang kami beri nama Tenda Kang Jenggot di daerah Cisangkuy … mampir kalau ke Bandung,” kata Fahmi sambil membeber menu cafenya: Nasi bakar beras merah dan gule kepala sapi.

Fahmi menjalani hobi bonsainya secara enjoy saja. Independen, tidak terikat organisasi atau aliran tertentu. Kini ia mengkoleksi sekitar 30 pohon dari 10 spesies yang ia jajar di dak rumahnya, beberapa diantaranya sudah sering merebut ‘bendera’ (merah, kuning, biru) di berbagai kontes. Istrinya (Rieke N. Mawanti) menjadi isnpirasi sekaligus pendukung setia hobi bonsainya, sejak ketika masih pacaran.

:: Koleksi Fahmi ::

:: Koleksi Fahmi ::

“Bahan bonsai biasanya saya beli dari para pembudidaya, tak sedikit pula yang hasil stek. Makanya bonsai saya mayoritas shohin, paling besar medium. maklum keterbatasan lahan,” ujar Fahmi sambil mengaku, Juniperus adalah spesies favoritnya. “Pohonnya kuat dan everlasting,” tegasnya.

APA KATA TEMAN-TEMAN FAHMI?

:: ZHYLONK ::

:: ZHYLONK ::

ZHYLONK KAI KI
Saya sangat suka karya-karya Fahmi. Dia mampu mengeksekusi setiap bentuk bahan bonsai yg dia hadapi dengan baik sekali. Dia kreatif dan inovatif. Anak muda yang berbakat, calon trainer handal.

:: WAWAN ::

:: WAWAN ::

WAWAN LEONARDO
Fahmi itu orangnya serius tapi nyantai. Dia berbicara bonsai melalui karya. Kehebatan dia adalah ‘From Zero To Hero’. Dari bahan biasa dan murah, dengan ketekunann, keuletannya dan tangan dinginnya, bisa jadi karya yang bagus dan menang di kontes. Dia juga mau belajar dan tak segan bertanya.

:: RISANTO ::

:: RISANTO ::

RISANTO SAN
Fahmi oranGya tinggi kurus, berjanggut, fun dan kaga neko-neko. Pokoknya asik orangnya. Karya-karyanya imajinatif. Dia berfikir meluangkan ide dalam suatu bentuk dan rupa tidak monoton, ada seni lain yang hadir di dalam bonsai-bonsai karyanya. Kalau khas … belum ada di indonesia yg bikin bonsainya punya ciri khas. Ini dari sudut kaca mata saya … hehehe

:: OPAR ::

:: OPAR ::

OPAR SOPAR DIYANA (Ovar Kampax)
Karya-karya Fahmi adalah realisasi pohon di alam yang bagus, indah penuh ‘penderitaan’ di alam yang tandus. Kereen deh. Tidak mudah untuk bisa membuat pohon seperti karya Fahmi … butuh penjiwaan yang mendalam. Selamat, dia berbakat, saya baru tahap belajar, dia sudah merebut ‘Best Ten’.

::::: IWAN [

BEDAH CASCADE ALA BONSAI KOPLAK
BEST 10 MADYA KONTES PPBI BOJONEGORO

Leave a Reply

Copyright © 2013 bursabonsai.com · All rights reserved