KOTIK, PUNYA LEBIH DARI 1.800 BONSAI

DIA punya lebih dari 1.800 bonsai dan sekitar 500 batu penjing dan suiseki. Salah satu bonsainya pernah ditawar Rp 1 milyar. Dia butuh dua truk tanah setiap pergantian media bonsainya.

Rudy Sucipto adalah salah satu dedengkot bonsai Indonesia. Pemilik showroom Suzuki Pemoeda di Pati (Jateng) ini memulai hobinya berbonsai-ria sejak tahun 80-an, dan untuk urusan hobinya itu ia memerlukan terbang ke Jepang, China, Turki, Yunani, Belanda dan Spanyol untuk menimba ilmu sekaligus melakukan study banding di bidang bonsai, penjing dan suiseki.

“Eropa cenderung ke bonsai-bonsai gaya ekstrim, China dan Jepang cenderung ke gaya-gaya klasik, sementara Yunani dan Turki pohon apapun mereka bonsai. Hahahahaha … ” kata Kutik –panggilan akrab Rudy– pada BURSABONSAI.COM.

Lelaki lowprofile kelahiran 21 April ini meyakini, di Indonesia saat ini ada banyak orang punya ribuan bonsai. Tetapi tak banyak yang seperti dirinya, tidak menjual-belikan bonsainya. Bahkan ketika seorang boss pabrik rokok ternama di Kudus yang kebetulan ia kenal menyodorinya chek senilai Rp 500 juta untuk salah satunya bonsainya –kawis batu gaya extreme cascade/dai-kengai– (lihat foto) pun ia tolak.

“Kalau tidak salah selama 30 tahun lebih berbonsai, saya belum pernah menjualnya secara komersial. Kalau dibawa kabur pernah, tiga buah ditilap seorang Sekretaris Daerah dengan alasan pinjam untuk pameran,” kata Kutik.

Seingatnya, ia pernah empat kali menjual bonsainya pada famili sendiri dan sahabat karib. Itu pun sifatnya lebih banyak memberi ketimbang menjual, karena tidak pasang tarif. Nominal uang cuma sebagai basa-basi.

Satu lagi ciri khas Kutik adalah tidak pernah mau ikut lomba. Tetapi ia tak keberatan jika beberapa bonsainya dipinjam untuk dipamerkan. Padahal, di halaman belakang rumahnya maupun di halaman belakang showroomnya yang cukup luas ada sekitar 300-an bonsai yang siap lomba dan siap juara, ada sekitar 500 bonsai yang siap turun di kelas prospek. Dari berbagai jenis tanaman, ukuran, dan style. Bonsai kelas mame-nya segudang.

“Sekarang dalam berbonsai saya punya prinsip tidak mau bonsai hasil dongkelan dari alam. Malas yang collected from the wild. Itu merusak lingkungan. Saya lebih suka mencangkok, stek dan membibit. Batangnya bisa kita atur sesuka-suka sejak bonsai masih kecil. Makanya hampir sebua bonsai saya goyangan batangnya bagus ” tegas Kutik yang pernah membawa lebih dari seratus biji-bijian tanaman bonsai dari Jepang, China, Turki dan Belanda ke Indonesia, tapi sampai saat ini hanya dua jenis yang bisa dia kembang-biakkan.

Belakangan Kutik –yang akan mengasuh rubrik TIPS AND TRICKS di BURSABONSAI.COM – lebih konsen pada batu penjing dan suiseki yang telah dia tekuninya sejak lama. Tak lama lagi koleksinya mungkin akan menggebrak percaturan penjing Indonesia. Kita tunggu ….

Iwan gajah I Tuesday, May 03, 2011

Comments
3 Responses to “KOTIK, PUNYA LEBIH DARI 1.800 BONSAI”
  1. Bowo says:

    Seniman yang sesungguhnya….

  2. Elvis Krejci says:

    I don’t even know how I ended up here, but I thought this post was good. I don’t know who you are but certainly you are going to a famous blogger if you aren’t already ;) Cheers!

  3. danni says:

    karya seni dari seorang seniman sejati bagaikan darah yg selalu mengalir dalam tubuhnya, nafas yang selalu ia hembuskan dalam memahami jati dirinya. ART IS LIKE OXIGEN

Leave A Comment