Gaya Pembeli Bonsai

Membeli bonsai baik yang bakalan maupun yang sudah jadi, butuh ‘gaya hidup’ tersendiri. Pembelian bisa dilakukan di mana saja, dari rumah ke rumah para penggemar, kolektor maupun petani bonsai. Kalau Anda ingin bonsai yang sudah jadi, perburuan bisa Anda lakukan dari pameran ke pameran.

Jika Anda ingin berburu bonsai dari rumah ke rumah pebonsai, hal utama yang perlu Anda siapkan adalah uang. Berikutnya referensi tentang style bonsai, ukuran, jenis pohon, bentuk kaki-kakinya (akar). Referensi bisa Anda dapatkan dari buku, internet, atau teman. Ini penting karena menyangkut prospek kedepan bonsai yang Anda beli. Prinsip ini juga berlaku jika Anda hendak berburu bonsai dari pameran ke pameran.

Seorang kolektor sekaligus tengkulak bonsai di Semarang punya gayanya sendiri. Pemilik rumah makan ini berburu bonsai dari rumah ke rumah penggemar atau pemburu bonsai. Dia manfaatkan weekend untuk travelling bersama keluarga sekaligus berburu bonsai.

“Saya hafal banget Gayanya. Dia sekalu menjelek-jelekan terlebih dahulu bonsai yang hendak dia beli,” kata Sunaryo, salah satu pemburu bonsai di Kudus, Jawa Tengah.

Karena hafal, Benjo –panggilan akrab Sunaryo– pun punya strategi sendiri untuk menghadapinya: selalu langsung pasang tarif tinggi bakalan bonsai yang dijelek-jelekkan oleh kolektor dari Semarang itu.

“Kiat dari saya, jangan pernah mau menurunkan harga bonsai yang dikritik habis atau dijelek-jelekan oleh calon pembeli,” tegas Naryo.

Lain lagi dengan Warhad, kolektor bonsai asal Jakarta. Dia berburu bonsai dari pameran ke pameran. Asisten manajer sebuah bank asing di kawasan Senayan ini juga memanfaatkan weekend untuk travelling berburu bonsai.

“Saya suka bonsai yang stylenya ekstrim ukuran besar. Saya tidak suka mame,” katanya. Mame adalah bonsai super mini yang tingginya tak sampai 15 centimeter.

Saat berburu bonsai dari pameran ke pameran, Warhard selalu membawa minimal dua temannya yang juga gemar dan tahu soal bonsai. Fokus mereka selalu mengincar bonsai santigi ukuran large atau extra large, tapi tak menutup kemungkinan membeli rukem, serut, sancang danlain-lainnya yang bergaya ekstrim.

“Saya konsen pada bonsai gaya ekstrim macam yang separo pohonnya mati karena di Jin. Sekali-kali bolehlah yang gaya windswapt doubletrunk atau vertical cascade yang bahasa Jepangnya dai-kengai,” cerita Warhard yang sudah mengkoleksi 27 bonsai kelas Rp 5-35 juta.

Jika sampai di lokasi (pameran), biasanya Warhard dan dua temannya berubah peran. Mereka pura-pura jadi kompetitor. Mereka mengeroyok bonsai yang mereka incar dengan penawaran-penawaran sangat ‘merendahkan’. Tetapi eksekusi pembelian baru mereka lakukan beberapa menit menjelang pameran bubar.

“Tip dari saya, kalau beli bonsai di pameran jangan di hari-hari pertama. Belilah beberapa saat sebelum penutupan. Anda saya jamin dapat harga miring, kadang dapat harga bantingan,” saran Warhard.

Iwan Gajah I Monday, May 02, 2011

Comments
7 Responses to “Gaya Pembeli Bonsai”
  1. cak parto says:

    Akh ada-ada saja ulah manusia, Kenapa kadang kita buang kejujuran hanya demi sedikit uang ?
    Pembeli memang punya seni masing-masing, semoga jiwa seninya yang bening mampu menjadikannya manusia
    Terima kasih Mas Iwan, tulisan seperti ini sangat membantu terutama bagi yang tidak biasa jual-beli Bonsai, Salam !

  2. wah kalo caranya beli bonsai kayak gitu itu namanya tengkulak bonsai, saya yakin itu bukan kolektor, tetapi kolekdol (katanya buat koleksi tapi dijual lagi), itulah bakul cari barang semurah-murahnya, trus dijual semahal-mahalnya.
    bakul itu gak mau tau gimana susahnya pemburu itu dapat bakalan kadang taruhannya nyawa dan sebenarnya dia tdk tahu itu seni bonsai, bagi bakul yg penting untung…

  3. guenawan,.... says:

    bener benr narsis tu……..
    memang pembeli itu raja tapi g gitu juga kali,…..

    saudara d tempat saya ada banyak bakalan bonsai sancang, kimeng , delima batu,…….. dan sebagian jga ada yang sudah jadi siap untuk kontes,…..
    ini saya mau jual barang kali ada yang minat????????
    atau tau tempat jualx yang tepat,……

  4. Ivan Garris says:

    My wife and i ended up being really peaceful that Jordan managed to carry out his preliminary research out of the precious recommendations he was given from your own blog. It is now and again perplexing just to choose to be giving for free points which usually some others may have been making money from. And we figure out we have you to thank for this. All the explanations you have made, the simple site menu, the friendships you will make it possible to instill – it is most astounding, and it’s aiding our son in addition to the family believe that that subject is pleasurable, which is certainly quite mandatory. Thank you for all!

  5. Nanang says:

    Jual mahal bonsai Ekstrim ( ada hal mistic nya ) serius hub .Nanang 031 71752893

Leave A Comment